iklan

my image

BACK UP HERE

SIGN UP HERE!!!!

welcome

welcome to my blog ^_^

BEST PRICE!!!!!

Showing posts with label info sain. Show all posts
Showing posts with label info sain. Show all posts

Sunday, July 3, 2011

Efek rumah kaca


Segala sumber energi yang terdapat di Bumi berasal dari Matahari. Sebagian besar energi tersebut berbentuk radiasi gelombang pendek, termasuk cahaya tampak. Ketika energi ini tiba permukaan Bumi, ia berubah dari cahaya menjadi panas yang menghangatkan Bumi. Permukaan Bumi, akan menyerap sebagian panas dan memantulkan kembali sisanya. Sebagian dari panas ini berwujud radiasi infra merah gelombang panjang ke angkasa luar. Namun sebagian panas tetap terperangkap di atmosfer bumi akibat menumpuknya jumlah gas rumah kaca antara lain uap air, karbon dioksida, sulfur dioksida dan metana yang menjadi perangkap gelombang radiasi ini. Gas-gas ini menyerap dan memantulkan kembali radiasi gelombang yang dipancarkan Bumi dan akibatnya panas tersebut akan tersimpan di permukaan Bumi. Keadaan ini terjadi terus menerus sehingga mengakibatkan suhu rata-rata tahunan bumi terus meningkat.
Gas-gas tersebut berfungsi sebagaimana gas dalam rumah kaca. Dengan semakin meningkatnya konsentrasi gas-gas ini di atmosfer, semakin banyak panas yang terperangkap di bawahnya.
Efek rumah kaca ini sangat dibutuhkan oleh segala makhluk hidup yang ada di bumi, karena tanpanya, planet ini akan menjadi sangat dingin. Dengan suhu rata-rata sebesar 15 °C (59 °F), bumi sebenarnya telah lebih panas 33 °C (59 °F) dari suhunya semula, jika tidak ada efek rumah kaca suhu bumi hanya -18 °C sehingga es akan menutupi seluruh permukaan Bumi. Akan tetapi sebaliknya, apabila gas-gas tersebut telah berlebihan di atmosfer, akan mengakibatkan pemanasan global.

Thursday, May 19, 2011

Ilmuwan Temukan Cara Bangkitkan Spesies Punah

PENELITI membuat kemajuan luar biasa yang mampu membawa manusia lebih dekat untuk membangkitkan spesies langka yang telah punah. Rambut mammoth akan digunakan menjadi sumber DNA yang akan dijadikan untuk membuat kloning hewan besar purba itu. Menyangkut DNA, ilmuwan mengetahui jika makhluk hidup yang telah punah seperti mammoth dan mastodon adalah tidak lebih daripada urutan empat huruf A, C, T dan G yang membuat cetak biru genetika atau kode kehidupan.
Kode untuk hewan yang sudah punah diperkirakan telah hilang juga bersama dengan terkuburnya hewan-hewan tersebut. Namun mesin di laboratorium DNA Smithsonian mulai mengerjakan hal-hal yang tidak mungkin terjadi. “Studi DNA mampu menembus waktu 20 tahun lalu atau kurang. Ide bahwa DNA dari makhluk hidup yang telah punah dapat diciptakan ulang dari tulang fosil mempelajari sesuatu lebih jauh lagi,” kata profesor biologi molekuler dan genetika di Universitas Wisconsin Sean Carrol. Spesimen tua yang telah terkubur jauh dalam museum sejarah alam seperti Smithsonian tiba-tiba menjadi penemuan potensial bagi informasi genetika. Tahun 2009 lalu, dengan menggunakan beberapa gumpalan rambut mammoth yang seperti wol, ilmuwan dari Penn State mampu mengekstrak fragmen DNA yang cukup untuk menentukan kandungan genetikanya, membuat wol mammoth tersebut menjadi bagian tubuh hewan punah itu bisa dikodekan gennya. Membangkitkan salah satu jenis hewan ini menjadi penting, dan ilmuwan mengatakan bahwa hal tersebut bisa menjadi rekayasa genetika terbaru. Mengambil makhluk hidp yang berhubungan dengan mammoth, gajah misalnya, bisa menentukan semua tempat dimana perbedaan DNA antara gajah dengan mammoth dan kemudian memodifikasi DNA gajah agar cocok. Tetapi hal tersebut belum bisa terealisir, jadi ilmuwan akan melakukan opsi kloning. Ketika ditanyakan kemungkinan mendapatkan DNA hewan punah seperti rambut wol mammoth untuk membuat klonnya, Carrol mengatakan, “Ya, saya kira kami akan bisa mendapatkan banyak hal dari DNA rambut mammoth.”

Teknologi Baru Atap Rumah Yang Menghasilkan Listrik di India !

INDIA agaknya tidak akan lagi kekurangan sumber energi.Dengan bantuan cahaya matahari yang melimpah, negeri ini segera menyulap sebuah atap menjadi penghasil listrik untuk keperluan rumah dan kantor. Pemerintah India saat ini tengah intens berdiskusi dengan Massachusetts Institute of Technology (MIT) di AS guna mendapatkan lisensi untuk menggunakan purwarupa atap penyimpan energi berkapasitas 1 Megawatt.
Pemerintah India saat ini tengah intens berdiskusi dengan Massachusetts Institute of Technology (MIT) di AS guna mendapatkan lisensi untuk menggunakan purwarupa atap penyimpan energi berkapasitas 1 Megawatt. "Kami terus berkomunikasi dengan MIT, agar bisa bekerjasama memasang atap penyimpan energi untuk rumah dan perkantoran di India," kata Sekretaris Kementrian Bidang Energi India H S Brahma, seperti dikutip dari Times of India , Selasa (12 /1 /2010). Kementrian Bidang Energi India telah mengajukan proposal kerjasama dengan MIT dibawah pengawasan Indo-US Science and Technology Forum untuk mengembangkan prototip baterai penyimpan energi, dan menjadikannya produk komersil yang bisa memenuhi kebutuhan energi di India. Dengan memanfaatkan panel matahari, sebuah atap yang berfungsi sebagai baterai penyimpan energi akan mengubah cahaya matahari menjadi listrik hingga 1 MW dan menyimpannya. Energi yang tersimpan pada atap ini menjadi pasokan energi yang bisa memberikan daya bagi satu desa atau wilayah kota kecil. "Menjadi negara tropis dengan matahari yang bersinar cerah selama 10 bulan setiap tahunnya adalah modal dasar bagi India. Kondisi ini cocok bila didukung dengan teknologi baterai penyimpanan energi seperti ini," tandas Brahma.

Dunia Menuju Pembekuan 30 Tahun ke Depan !

DUNIA memasuki siklus iklim dingin untuk 30 tahun mendatang.Musim panas akan lebih dingin dan musim dingin akan semakin dingin. “Kebekuan besar di Inggris adalah awal tren dunia menuju cuaca yang lebih dingin daripada teori pemanasan global yang banyak dibicarakan. Dunia telah memasuki iklim dingin yang akan bertahan hingga 20 sampai 30 tahun ke depan,” ujar para ahli. Musim panas dan musim dingin akan semakin dingin dalam beberapa tahun terakhir dan perubahan tersebut berarti akan terhenti sementara atau bahkan selamanya. Prediksi tersebut berdasarkan analisis siklus alami temperature air di lautan Pasifik dan Atlantik.

Beberapa ahli percaya bahwa siklus laut dapat menjelaskan semua perubahan besar temperatur dunia di abad ke-20. Menurut Pusat Data Es dan Salju Nasional Amerika Serikat, pemanasan global bumi sejak 1900 adalah karena siklus laut alamiah, dan bukan karena gas rumah kaca buatan manusia. Dan saat ini siklus telah berpidah ke keadaan dingin di mana data menyebutkan sejumlah es di Artktik meningkat lebih dari seperempat keadaan normal sejak 2007. Penelitian dilakukan oleh para ilmuwan iklim ternama, termasuk Profesor Mojib Latif. Dia adalah anggota Panel Antar Pemerintah PBB dalam perubahan iklim. Dia dan koleganya memprediksi tren penurunan suhu pada tahun 2008 dan disampaikan lagi dalam konferensi IPCC di Jenewa pada bulan September. Profesor Mojib Latif bekerja di Institut Leibniz di Universitas Kil Jerman. Dia telah mengembangkan metode pengukuran temperatur laut dengan kedalaman 3.000 kaki, di mana siklus dingin dan hangat bermula. Di Eropa faktor krusialnya adalah temperatur di tengah laut Atlantik Utara. Dia mengatakan siklus laut semacam itu dikenal dengan nama osilasi decade atau MDO.

NASA Temukan Pohon di Planet Mars

SEBUAH wahana penyelidik NASA mendapatkan foto-foto yang menunjukkan adanya pohon di permukaan planet Mars.Pohon itu kurang dari 240 mil dari kutub utara planet itu.Foto itu menunjukkan baris gelap "tumbuhan runjung" yang tumbuh di bukit pasir dan bukit-bukit di permukaan Mars.Tapi yang tampak seperti pohon itu, sebenarnya hanyalah ilusi optik.
Foto menunjukkan bukit pasir memiliki lapisan tipis karbon dioksida beku atau es kering, kurang dari 240 mil dari kutub utara planet. "Pohon" itu sebenarnya jejak puing yang disebabkan oleh tanah longsor, saat es mencair di musim semi Mars. Foto ini diambil di sekitar orbit Mars oleh HiRISE, kamera paling kuat yang dikirim ke luar planet bumi. "Coretan itu adalah pasir, copot seperti es menguap, yang meluncur menuruni bukit pasir. Pada saat ini seluruh Mars ditutupi oleh CO2 yang membeku," kata Candy Hansen dari NASA kepada The Sun. Bulan lalu NASA mengumumkan teleskop baru telah mendeteksi lima planet di luar tata surya. Observatorium yang diluncurkan tahun lalu untuk mencari bumi lain itu, telah mendapat penemuan hanya dalam beberapa minggu pertama operasi. Meskipun dunia baru yang disebut exoplanets itu semuanya lebih besar dari Neptunus, tapi NASA mengatakan teleskop pemburu planet mereka bekerja dengan baik.

Siput Langka Berbadan Flora dan Fauna !


TAMPAKNYA siput laut ini makhluk pertama yang tubuhnya setengah flora setengah fauna. Pasalnya, siput yang baru ditemukan ini bisa menghasilkan pigmen klorofil seperti layaknya tumbuh-tumbuhan.Para ilmuwan memperkirakan, siput cerdik tersebut mencuri gen dari alga yang mereka makan sehingga bisa menghasilkan klorofil. Dengan gen " curian", mereka bisa berfotosintesis, yaitu proses tumbuhan untuk mengubah cahaya matahari menjadi energi. "Hewan ini bisa membuat molekul berisi energi tanpa makan apa-apa," kata Sydney Pierce, pakar biologi dari Universitas South Florida di Tampa. Pierce telah mempelajari mahluk unik tersebut, yang telah resmi dinamakan Elysia chlorotica , selama 20 tahun. Ia mengajukan temuan terbarunya pada tanggal 7 Januari 2010 , pada pertemuan tahunan Komunitas Integratif dan Perbandingan Biologi di Seattle. Temuan ini dilaporkan pertama kali oleh jurnal Science. "Ini pertama kalinya hewan multiseluler bisa menghasilkan klorofil," tutur Pierce. Siput laut ini tinggal di rawa-rawa air asin di New England, Kanada. Selain " mencuri" gen untuk menghasilkan pigmen hijau klorofil, hewan ini juga mencuri bagian-bagian kecil sel yang disebut kloroplas, yang dipakai untuk melakukan fotosintesis. Kloroplas menggunakan klorofil untuk mengubah cahaya matahari menjadi energi, seperti tanaman, sehingga hewan ini tak perlu makan untuk mendapatkan energi. "Kami mengumpulkan sejumlah hewan tersebut dan menyimpannya di akuarium selama berbulan- bulan," kata Pierce, "Asalkan diberi cahaya selama 12 jam sehari, mereka bisa bertahan (tanpa makan)." Para peneliti memakai pelacak radioaktif untuk memastikan bahwa siput- siput ini benar-benar menghasilkan klorofil, dan bukan mencurinya dari pigmen yang sudah pada alga. Nyatanya, siput-siput ini mengintegrasikan materi genetika dengan sangat sempurna sehingga bisa diturunkan pada generasi selanjutnya. Anak-anak dari siput yang sudah "mencuri" gen juga bisa menghasilkan klorofil sendiri, walaupun mereka tak bisa berfotosintesis sebelum mereka makan cukup alga hingga bisa " mencuri" cukup kloroplas. Sejauh ini, kloroplasnya belum bisa mereka produksi sendiri. Keberhasilan siput- siput ini mengagumkan, dan para ilmuwan juga masih belum bisa memastikan, bagaimana hewan ini bisa memilih gen yang mereka butuhkan. "Mungkin saja DNA dari satu spesies bisa masuk ke spesies yang lain, seperti yang telah dibuktikan oleh siput jenis ini. Tapi mekanismenya masih belum diketahui," ungkap Pierce.

HOT DEAL

ONLINE SHOPING