BEST PRICE!!!!!
Thursday, May 19, 2011
Ikan Tuna Raksasa Dilego Rp 1.64 Miliar !
Namun, nasib ikan yang ditangkap di lepas pantai utara Jepang itu kini tergolek di pasar pelelangan ikan terbesar Tsukiji Tokyo, Jepang. Ikan tuna jenis bluefin ini dilego seharga 16 ,3 juta yen atau USD177 ribu. Harga itu setara dengan Rp1. 648.755.000 ( Rp9.315 per USD). "Tuna raksasa itu diperebutkan oleh dua pemilik restoran sushi di Jepang dan di Hong Kong," ujar seorang petugas Tsukiji Tokyo, seperti dikutip dari Associated Press, Rabu (6 /1 /2010). Tuna jenis bluefin merupakan spesies yang paling dicari oleh pecinta panganan khas Negeri Sakura tersebut. Sekadar diketahui, sekira 40 persen dari berbagai ikan yang dilelang di pasar tersebut berasal dari luar Jepang, seperti Indonesia dan Meksiko. Jepang adalah konsumen makanan laut terbesar di dunia. Makanan laut yang dikonsumsi warga Jepang 80 persennya berasal dari samudera Atlantik dan Pasifik. Ini bukan yang pertama kalinya. Sebelumnya pada 2001 , ditemukan ikan tuna raksasa serupa dengan berat 200 kg. Saat itu harga ikan dijual seharga 20 ,2 juta yen atau USD220 ribu. Harga itu setara dengan Rp 2.049.300.000. ( Rp9. 315 per USD).
Misteri Dibalik Tata Rias Cleopatra !
Hasil temuan para peneliti Museum Louvre, Prancis tersebut mendeskripsikan bahwa tata rias seperti Cleopatra, yang menonjolkan keindahan pada bagian mata ternyata dimaksudkan untuk melindungi mata dari penyakit. Kuncinya adalah kandungan garam yang terdapat pada polesan tata rias. Para peneliti menyimpulkan, pada 4.000 tahun lalu bangsa Mesir menggunakan pemoles mata untuk mencegah infeksi. Pada kadar yang rendah, garam memproduksi nitric oxide, yaitu senyawa yang meningkatkan sistem kekebalan tubuh dalam menangkis serangan bakteri penyebab infeksi mata. Orang-orang Mesir kuno umumnya memerlukan waktu hingga satu bulan untuk menggelapkan dan meningkatkan keindahan matanya. Riasan mata ala Cleopatra hingga kini diakui sebagai salah satu tren yang tak lekang di makan zaman dalam dunia fashion. Dilansir BBC, Minggu (10 /1 /2010) , studi yang dipublikasikan dalam jurnal Analytical Chemistry menimbulkan sedikit perdebatan karena secara teori, riasan tersebut berisiko bagi kesehatan karena kandungan timah didalamnya. Namun para peneliti yakin, awal mula bangsa Mesir kuno menggunakan riasan tersebut tak hanya untuk keindahan tapi lebih karena alasan medis. Pada dosis yang rendah, tata rias ala Cleopatra memiliki efek perlindungan. "Kami tahu, bangsa Yunani dan Romawi kuno telah memiliki banyak catatan bahwa tata rias tertentu memiliki fungsi sebagai obat. Namun kami ingin mengetahui dengan tepat, bagaimana tata rias bisa bekerja sebagai obat," lata Philippe Walter yang memimpin studi ini. Dalam studi ini, Philippe dan timnya menggunakan elektroda kecil dengan ketebalan hampir sama dengan rambut manusia. Dengan cara tersebut mereka berusahan melihat efek timah garam klorida yang disintesis yaitu laurionite, dalam satu sel.
Ternyata Piramida Mesir Tidak Dibangung Oleh Para Budak !
PEMBUAT film telah lama menggambarkan pembangun piramida raksasa adalah di bangun oleh para budak yang bekerja keras di padang pasir hanya untuk bertemu dengan kematian yang menyedihkan.Namun makam-makam yang baru-baru ini ditemukan di Giza mendukung pandangan bahwa Piramida Besar itu dibangun oleh pekerja bebas dan bukan budak, seperti yang luas diyakini, kepala arkeolog Mesir mengatakan. "Makam ini dibangun di samping piramida raja yang menunjukkan bahwa orang-orang ini bukan budak," kata Zahi Hawass, kepala arkeolog Mesir yang memimpin tim penggalian.
"Kalau mereka budak, mereka tidak akan bisa membangun makam di samping makam raja mereka." Dia mengatakan koleksi makam pekerja, beberapa di antaranya ditemukan pada 1990- an, termasuk penemuan paling signifikan di abad 20 dan 21. Makam itu milik pekerja yang membangun piramid Khufu dan Khafre. Hawass sebelumnya menemukan adanya grafiti di dinding dan pekerja menyebut diri mereka sebagai "teman-teman
Ditemukan Ikan Aneh dan Langka Mirip Kapal Selam !
POTENSI perikanan laut di kabupaten Banggai masih terdapat ikan-ikan aneh yang bentuknya sangat berbeda dengan jenis ikan lainnya. Ikan-ikan aneh itu, selalu ditemukan nelayan saat memancing atau melalui jaring (pukat) nelayan. Ikan-ikan aneh itu, selain bentuk dan warnanya berbeda dengan jenis ikan lainnya, ikan-ikan aneh itu tidak diketahui jenisnya dan tidak memiliki sirif.Untuk itu, potensi perikanan dan kelautan kabupaten banggai menyimpang jenis ikan yang memerlukan penelitian.Hal itu diungkapkan peneliti Madya dari Balai Riset Perikanan Laut, Departemen Perikanan dan Kelautan RI Suwarso Msi pada seminar sehari tentang potensi perikanan dan kelautan Kabupaten Banggai yang berlangsung di hotel Rosalina. Dikatakan, ikan aneh itu ditemukan oleh Karmin Rasahiah (42) pada 16 Nopember 2007 lalu. Ikan berukuran besar, berwarna abu-abu kecoklatan, berkulit tebal dan kasap dianggap aneh oleh masyarakat. Karena, ikan itu tidak pernah ditemukan di perairan kabupaten Banggai selama ini. Hasil penelitian Balat Riset Perikanan Laut menyebutkan, bentuk tubuh oval, berwarna coklat dengan spot-spot putih di badannya. Mata kecil, mulut terminal, empat gigi berfungsi membentuk karakteristik pada masing- masing rahang yang tanpa suatu medium suture, ciri Ordo Tetraodontiformes. Selain itu, Randi Gubianto warga desa Solan, Kecamatan Kintom, menemukan seekor ikan sejenis pada April 2007 lalu. Pemancingan dilakukan pada kedalaman laut sekitar 80 meter. Specimen tertangkap berukuran besar sekitar 4-5 meter, beratnya sekitar 1 ton lebih. Jenis ikan itu, diperkirakan sama dengan ikan aneh yang tertangkap di Luwuk. Masih di desa Bunga dan Solan sering pula ditemukan ikan kecil pada kedalam sekitar 30 s/d 40 meter dibawa laut, berukuran kecil dengan berat sekitar 2 Kg. meski tidak ditemukan bukti visualnya, jenis ikan itu diperkirakan sama dengan ikan aneh yang ditemukan di Luwuk. Suwarno juga mengungkapkan adanya ikan mola, sebuah specimen ikan yang memiliki ciri-ciri khusus bagian kepala dan badan nampak dominan, ekornya adalah ekor palsu. Belum informasi tentang ikan Mola ramsayi, seperti yang tertangkap di kabupaten Banggai. Yang pasti, ikan aneh dan ikan mola banyak terdapat di peraiaran lima desa yakni perairan laut Toili, Solan, Luwuk, Bunga dan Poroan.
Unique accents
How can you give your house a unique scent? Through unique accents, of course. Accent furniture is not limited to art objects or paintings. There are unlimited quantities of objects that can help you create an original ambiance, if used correctly of course. Here are some ideas that you can use as a guide and that can bring you to surprising combinations.
Plates can be used as a decorative element (it is already known) for the living room or the bedroom. A small display place just for them, especially when they have elements that go with the whole room, will have a wonderful effect.
Let’s just imagine a set having as decorative element rose blossom. We will pick a plate, a bowl which we can fill up with dried plants and eventually some smaller elements placed on the plate. They can be placed in the bedroom, where we have some sheets with rose imprints.
A scarf, with similar colors or models, on a chair or covering a wooden table can improve the ambiance.
A notebook with distinctive motives, fitting the style of another element in the room.
Do not forget about little pillows. They are very important decorative elements, that can be easily integrated anywhere in the room.
Special tea boxes, colored and eventually old tea boxes can complete a certain atmosphere.
Little bags with plants, tied with ribbons that will chromatically follow the colors of the plants, placed in baskets or decorative boxes can be an idea to bring some nature inside.
Photo albums, with their greatly designed and varied covers represent a way to decorate any environment.
Always keep an eye open to absolutely anything that might complete your interior. Don’t just place objects wherever… experiment a little and you will be pleasantly surprises with the results.
Wednesday, May 18, 2011
Hujan Langka Berbentuk Air Terjun di Uluru !
"Ini waktu sangat menarik di taman sekarang untuk melihat apa yang terjadi, setelah hujan dan itu terlihat indah," katanya kepada radio pemerintah. Terletak di dekat Sturt Desert yang semi gersang, Uluru biasanya hanya menerima 12 inci hujan per tahun, dan Januari adalah bulan yang terpanas, terkering, dengan suhu hingga 45 derajat Celsius. Sebaliknya kondisi mendung, rata-rata hanya lima hari dalam setahun. Uluru adalah bagian suci dari mitologi suku Aborigin dan salah satu wilayah yang paling terkenal. Australia saat ini sedang mempertimbangkan larangan memanjat karang. Larangan itu memberikan penghormatan pada masyarakat Aborigin, tetapi sepertiga dari 350.000 pengunjung tahunan masih melakukannya.