iklan

my image

BACK UP HERE

SIGN UP HERE!!!!

welcome

welcome to my blog ^_^

BEST PRICE!!!!!

Showing posts with label sejarah. Show all posts
Showing posts with label sejarah. Show all posts

Saturday, November 26, 2011

Komodo Island History

Komodo Island History
In 1901 the Dutch named the island on the south side of East Nusa Tenggara province is the nickname of the island of Komodo. This story begins with Lt. Steyn va Hens Broek who tries to prove statements about the presence of Dutch troops dragon looking like a monster on the island. Steyn then killed one of these dragons and bring documentation to the Museum and Botanical Garden in Bogor to be investigated.

Komodo National Park is a national park in Indonesia, located near the Lesser Sunda Islands in the border region between the province of East Nusa Tenggara and West Nusa Tenggara. Park includes three major islands of Komodo, Rinca, and Padar, as well as a number of other small islands and a total area reaches 1,817 km ² (603 km ² land). This national park was established in 1980 to protect the Komodo dragon. Then the national park is dedicated to protecting other species, including marine species. The islands in the park originated from volcanic activity. Approximately 4000 people live inside the park. In 1991 the park was named UNESCO World Heritage Site.
Scuba diving is a popular water sport in the Park because of high seas biodiversity, including sharks, ocean sunfish, manta rays, eagle rays, tiny seahorse, false pipefish, clown Frogfish, nudibranchs, blue-ringed octopus, sponges, tunicates, and corals. \ Since 1995, the national park authority has been supported by The Nature Conservancy (TNC), an American environmental organization. The new management plan in conjunction with TNC Authored and implemented in 2000 to address the increasing problems of natural resources, both marine and terrestrial. Most of the pressure on marine fisheries resources come from the public and commercial enterprises from outside the park. However, regulations and restrictions on the use of resources affect the majority of residents in the park, which has little choice to live and depend on what has ditawarkann park. Provision of alternative livelihoods is part of the overall management strategy, but people in the park has not benefited from the appropriate steps in addressing their needs.
Development - largely marine-based - ecotourism is the main strategy to make the park self-financing and generate sufficient revenue through entrance fees and tourism licenses to cover operational and managerial costs. Until now, a joint venture between TNC and a tourism agency to tour operators of concessions, which also extends to the right of the park management. These concessions generate controversy continued. The joint venture has been accused of making unilateral decisions, so many people around Komodo which states that the joint venture have not been consulted about decisions that ultimately affect the lives of people living on the island of Komodo and surrounding areas.
The most in the spotlight of controversy caused by the death of some fishermen since the 1980s. The situation of the fishermen who died showed that they seemed to be deliberately killed. conteste. While the parks patrol (including, police and navy personnel) claim they acted in self-defense, while accusing the park managers who intentionally kills fisherman.
Komodo National Park continue to provide a sense of respect for the tourists, but the conflict between park management, TNC, and the local community continue to not find a bright spot. Komodo National Park has been nominated and became one of 28 finalists to be one of the seven new wonders of the world. Mercury Development Solutions, a real estate development company based in Bali, is one of the companies active in the promotion and support for Komodo, to make it known in the international area. Kanawa Island, is the first step taken by the company to improve the facilities and accommodations for guests, bringing to a high standard of service and friendly environment.

Saturday, May 14, 2011

Arkeolog Israel Temukan Pencetak Anggur Kuno !

ARKEOLOG Israel mengatakan telah menemukan bentuk pencetak anggur tidak wajar yang berumur 14 ribu tahun yang besar dan canggih untuk teknologi di zaman itu. Alat pencetak berbentuk oktagonal atau persegi delapan yang berukuran 21 kaki x 54 kaki (6,5 m x 16,5 m) dan ditemukan di selatan Israel, sekitar 40 km selatan Yerusalem dan Tel Aviv.
“Apa yang kami lihat di sini adalah sebuah area kerajinan dan industri dari abad keenam hingga tujuh, di mana situasinya dalam wilayah pertanian pertengahan,”ujar Direktur Otoritas Ekskavasi Israel Uzi Ad.

Selama periode tersebut, area keseluruhan adalah bagian kerajaan Byzantium, di sisi timur Dinasti Romawi kuno. “Ukuran perangkat pencetak anggur tersebut membuktikan fakta bahwa kuantitas anggur yang diproduksi adalah besar dan tidak hanya untuk konsumsi lokal,” ujar Ad. Anggur tersebut mungkin ditujukan untuk ekspor ke Mesir, lalu pasar ekspor besar lainnya macam Eropa. Sebuah pencetak anggur sebelumnya ditemukan 20 km jauhnya, utara Ashkeleton. “Benda yang ditemukan ini adalah pencetak anggur kompleks yang merefleksikan level teknologi tinggi selama periode tersebut, yang didapatkan dan dikembangkan dari generasi ke generasi. Seluruh perangkat dalam ukuran aslinya adalah 49 kaki x 54 kaki ( 15 m x 16 ,5 m) dan termasuk sebuah lantai perdagangan di tengah dengan jalan aspal mosaik di mana anggur akan diperdagangkan. Jus yang diproduksi dari anggur akan mengalir dari lantai utama ke saluran distribui yang memiliki dua lubang pada masing-masing sisinya.

Thursday, May 12, 2011

Mesir Ungkap Penyebab Kematian Firaun King Tut !


PENYEBAB kematian King Tut yang mati remaja telah lama menjadi misteri, dengan peneliti mengajukan berbagai teori tentang bagaimana ia menemui ajalnya. Tapi sekarang para ilmuwan yang telah menganalisis DNA dari mumi kerajaan, berhasil membuat pohon keluarga dari penguasa itu dan percaya ia meninggal karena kombinasi malaria dan kelainan tulang.

Raja berusia 19 tahun itu adalah kepala dari dinasti 18 ( kira-kira 1550-1295 SM) dari Kerajaan Baru, salah satu kerajaan yang paling kuat di Mesir kuno. Tut meninggal di 1324 BC dan mendapat perhatian dunia ketika Howard Carter menemukan makamnya di Lembah Para Raja pada tahun 1922. Dia mati muda dan tidak meninggalkan ahli waris dan penyebab kematiannya telah menjadi misteri. Kecelakaan atau bahkan pembunuhan telah diajukan sebagai kemungkinan penyebab kematian dini itu. Tetapi sekarang para ilmuwan telah menganalisis sejumlah artefak dari makam serta tubuh mummi dan mereka dapat mengkonfirmasi. Tim dari Supreme Council of Antiquities di Kairo menghabiskan lebih dari dua tahun mempelajari sebelas mummi kerajaan, termasuk Tut sendiri menggunakan antropologi, radiologi, dan teknik genetika. Beberapa mumi tidak dikenal sebelumnya termasuk 'KV35 EL' adalah Tiye, ibu dari Firaun Akhenaten dan nenek dari Tutankhamun, dan mummi KV55 mungkin Akhenaten, ayah dari Tutankhamun. Mummi tak dikenal sebelumnya dilabeli KV35 YL kemungkinan ibu Tutankhamun. Satu teori mengenai apa yang menyebabkan kematian Tut adalah kelainan genetik yang dikenal sebagai ginekomastia, ketidakseimbangan hormon jantan yang memberikan penampilan perempuan. Beberapa artefak yang menggambarkan rumah kerajaan mendukung hal itu. Syndrome Marfan yang menyebabkan tungkai memanjang dan arteri membesar di jantung, juga telah diperdebatkan sebagai faktor yang mungkin turut menjadi penyebab kematiannya. Tetapi penulis, yang dipimpin oleh Dr Zahi Hawass, menulis " Tidak ada tanda-tanda ginekomastia atau sindrom Marfan ditemukan. "Oleh karena itu, penampilan artistik tertentu dari orang- orang dalam periode Amarna yang ditetapkan secara meriah kemungkinan berkaitan dengan reformasi keagamaan Akhenaten. "Rasanya tidak mungkin baik Akhenaten atau Tutankhamun benar-benar ditampilkan secara aneh atau perawakan feminin. Penting untuk dicatat bahwa raja-raja Mesir kuno ditampilkan sebagai diri mereka sendiri dan keluarga mereka diwakili dalam mode ideal."[ito]

Ditemukan Dinding Raja Sulaiman di Yerusalem !

SEBUAH bagian dari dinding kota Yerusalem dari abad kesepuluh SM (antara 1000 SM dan 901 SM), ditemukan dalam penggalian arkeologi mungkin dibangun oleh Raja Sulaiman. Bagian dinding, sepanjang 70 meter dan tinggi 6 meter terletak di daerah yang dikenal sebagai Ophel, antara Kota Daud dan dinding selatan Gunung Bait Suci di Yerusalem. Jika usia dinding itu benar, maka penemuan itu akan menjadi indikasi bahwa Yerusalem adalah pusat pemerintah yang kuat dan memiliki sumber daya dan tenaga kerja yang diperlukan untuk membangun benteng besar pada abad ke-10 SM.

Itu akan menjadi kunci jawaban perselisihan di antara ulama, raja Daud dan Sulaiman memerintah dari Yerusalem sekitar waktu itu. Beberapa arkeolog Tanah Suci mendukung versi sejarah termasuk arkeolog di belakang penggalian, Eilat Mazar. Sedangkan yang lain menyebut kerajaan Daud sebagian besar adalah mitos dan bahwa tidak ada pemerintah yang kuat di masa itu. Berbicara kepada wartawan di lokasi itu Senin, Mazar dari Universitas Ibrani Yerusalem, menyebut dia menemukan konstruksi yang paling penting dari tempat peribadatan di Israel. "Itu berarti bahwa pada saat itu, abad ke-10 , SM di Yerusalem ada suatu rezim yang mampu melaksanakan pembangunan seperti itu," katanya. Berdasarkan apa yang dia yakini berdasar usia benteng dan lokasi, dia memperkirakan tembok itu dibangun oleh Sulaiman. [ito]

Sejarah dan Legenda Penemuan Payung !


PADA awal 3500 tahun yang lalu, keberadaan payung telah ditemukan di Tiongkok. Mengenai ditemukannya payung, ada banyak legenda-legenda rakyat yang menceritakannya, satu diantaranya paling tersebar luas adalah cerita “Luban Penemu Payung”. Luban adalah Bapak Pertukangan di Tiongkok. Menurut catatan“Kepingan Giok”, payung ditemukan oleh isteri Luban, yang sangat peduli dan perhatian kepada kerja keras suaminya. Seperti diceritakan, Setiap hari Luban dibawakan makanan oleh isterinya yang bernama Yun, dimana Yun sering kali terkena hujan deras ketika itu.

Jadi Luban membuat paviliun di sepanjang jalan supaya istrinya tidak kehujanan, namun merasa cara itu masih kurang praktis. Lalu kemudian, berdasarkan inspirasi dari anak-anak yang menggunakan daun bunga teratai sebagai perlindungan dari hujan, dia menciptakan payung pertama dibuat dari sebuah rangka fleksibel yang ditutupi dengan kain atau kertas yang dilapisi lilin untuk membuatnya tahan air. Di Tiongkok kuno, payung bukan dipakai sebagai pelindung dari panas dan hujan, tetapi juga memiliki makna dalam masyarakat. Pada akhir Dinasti Wei, payung digunakan dalam upacara-upacara dan tata cara pejabat tinggi disebut “Payung Luo”. Menurut Tso Chun, Payung Luo adalah simbol dari kedudukan dan status bagi para pejabat. Sebagai contoh, para pejabat dari Dinasti Han pada kedudukan tidak begitu tinggi menggunakan payung berwarna Hijau dan Kaisar Dinasti Song menggunakan payung berwarna kuning dan merah. Karena, payung yang digunakan dalam perjalanan inspeksi kaisar atau pejabat senior di zaman dulu adalah menunjukkan perlindungan terhadap rakyat. Payung melambangkan kekayaan dan kehormatan dan sering digunakan dalam upacara – upacara pernikahan di Tiongkok. Payung juga sering digunakan dalam opera, lagu dan tari, serta seni akrobatik. Meningkatnya pertukaran budaya dengan negara asing, menyebabkan payung secara bertahap menyebar ke luar negeri. Sebagai contoh, Jepang telah mengirimkan 19 utusannya ke Dinasti Tang untuk mempelajari kebudayaan Tiongkok. Dengan demikian, teknik pembuatan payung sudah diperkenalkan di Jepang. Pada pertengahan abad ke-18 , pengusaha Inggris membawa payung ke negaranya setelah datang dari Tiongkok, yang membangkitkan pengaruh besar di Inggris Raya. Sampai pertengahan abad ke-19 payung telah menjadi suatu keharusan bagi orang–orang Inggris. Toko payung pertama disana bernama "James Smith and Sons" yang buka pada tahun 1830 dan sampai sekarang masih menjual payung, alamatnya di 53 New Oxford Street, London.

Wednesday, May 11, 2011

Diamond History

Diamond history varies greatly depending on your source of documentation, as diamond history is as rich in myths and folklore as it is in physical facts and records. Diamond history is one filled with mythical stories, such as one where snakes guarded a land full of diamonds, and the history has fascinated people with the romance and beauty that surrounds our most precious gemstones; diamonds.

Early Diamond History

Around 3,000 years ago, in the country of India, the first ever diamond history was recorded. If diamonds had been found prior to this period of time, we have no written record of it Diamonds in this day and age were used for two main purposes, and is quite different from why we still love diamonds today. Diamonds stood as a talisman in order to fend off evil spirits, and to provide protection during battles, and they were also valued because of their ability to reflect the light.

Dark Ages of Diamond History

It is during the dark ages that the diamond history moved into having some sort of medical purpose. St Hildegarde was said to have written an anecdote to heal wounds and cure illnesses that instructed the sick to hold a diamond in their hand and make the sign of the cross. Some people in diamond history went as far as swallowing diamonds, hoping it would cure their illnesses magically.

Middle Ages of Diamond History

It was during the middle ages that diamonds began to gain popularity. It is this point in diamond history that many of the famous diamonds were discovered, including the Blue Hope, and the mountain of light, both found in India. In our current times, India remains the worlds finest polishers of diamonds.

The middle ages also saw a shift in diamond history- where previously diamonds were valued based on their mythical powers, they began to be valued more for their overall worth. As more people learned of the incredible value of diamonds, mine owners began circulating stories that diamonds were poisonous, to prevent the workers from swallowing diamonds as a means to smuggle them out of the mines undetected.

Also during this period of diamond history, people wanted diamonds more than any other time period previously, mostly because they recognized their power and worth. India's diamond supply was dwindling and was unable to meet demands of diamond buyers. South Africa's find of diamonds near the Orange River began the world's largest diamond rush of diamond history, and helped satisfy the demands of those wanting diamonds for themselves.

More Recently

Diamond history began to spread into eastern Australia sometime during the middle of the nineteenth century. During the late 1970's, Australia as a diamond producer became validated. Also in the late 1970's, 1979 to be exact, the Argyle pipe near Lake Argyle was discovered by geologists. Since that day, Argyle has become the absolute largest producer of diamonds in all the world and throughout diamond history, and produces over one third of the diamond volume each year.

HOT DEAL

ONLINE SHOPING